Indahnya Biokimia Cinta*

Ilustrasi Biokimia Cinta

Oleh Dr. Agus Muji Santoso, S.Pd., M.Si.**

Ada banyak pengertian tentang cinta, bergantung dari perspektif siapa yang mengartikannya. Cinta dapat menjadi sebuah kebahagiaan dan kesedihan. Cinta bisa memberi ke-asyiq-an, bahkan ia juga dapat berarti diam, karena semakin didenifisikan maka semakin sempit.

Sebenarnya, cinta itu benda, sifat ataukah rasa?

Jika kita tidak memahaminya, bisa jadi kita terjebak dengan cinta, dan kita akan merasa sengsara karenanya.

Sejauh ini, definisi cinta itu lebih banyak didominasi oleh rasa (feel). Padahal, cinta bisa didefinisikan dengan berbagai perspektif, seperti dalam perspektif sains berikut ini :

Tuhan menciptakan tubuh kita terdiri dari bagian yang sangat kecil, dalam istilah sains disebut sel. Di dalam sel ada bagian yang lebih kecil lagi, yaitu molekul. Ketahuilah bahwa molekul-molekul itulah yang bekerja membentuk aktivitas kita. Ini adalah by design, dan nyata bisa diamati (dengan menggunakan alat bantu, misal mikroskop).

Adapun menurut ilmu Fisika kuantum/kelompok neutorian :

Setiap partikel pasti mempunyai energy. Sesuatu yang mempunyai energi, ia mempunyai masa dan kecepatan/frekuensi, termasuk molekul yang ada di tubuh kita. Mereka adalah molekul-molekul cerdas, yaitu molekul yang jumlahnya beratus ribuan yang tanpa disuruh pun akan bekerja, tanpa melakukan kesalahan. Ini bisa terjadi karena jika satu detik saja melakukan kesalahan pasti akan mempengaruhi fungsi tubuh yang lain. Semua itu jika bukan karena by design, tentu tidak akan terjadi.

Jika ditinjau dari pemaparan di atas, maka cinta adalah kesamaan frekuensi antara molekul yang ada di dalam tubuh seseorang dengan orang lain.

Prosesnya, ketika molekul bergerak berarti mempunyai energi, ketika mempunyai energi berarti mempunyai masa dan frekuensi. Jika frekuensi yang dihasilkan antara seseorang dengan orang lain itu sama, maka tidak ada yang mustahil orang lain bisa merasakan apa yang seseorang rasakan. Itulah cinta. Namun, ini tidak hanya persoalan tentang cinta. Bisa jadi ikatan batin antara ibu dan anak, kyai dengan santrinya, paranormal, dukun, dan sebagainya, penerapannya juga demikian.

Kita bisa mengambil contoh. Ketika seorang anak sedang dalam masalah. Ibu bisa merasakan sesuatu tentang anaknya (mengkhawatirkannya). Sesungguhnya, antara ibu dan anak tersebut mempunyai kesamaan frekuensi, bahwa Ibu dapat menangkap frekuensi yang ada dalam tubuh anaknya.

Muncul sebuah pertanyaan. Jika cinta didefinisikan dengan dasarnya adalah persamaan frekuensi antara seseorang dengan orang lain, apakah persamaan frekuensi antara yang ada di tubuh manusia dengan benda lain bisa dikatakan cinta ?

Jawabannya adalah bisa. Hubungan ini bisa dikatakan cinta, tapi berbeda dengan cinta yang dirasakan antar sesama manusia. Seperti halnya motor dengan manusia, kucing dengan manusia, dan lain-lain.

Ada hubungan cinta yang lebih aneh, yang banyak dipercayai oleh masyarakat Jawa, yakni makhluk yang dicintai oleh makhluk ghaib. Penjelasannya, bahwa makhluk ghaib itu juga berupa partikel, yang terdiri dari molekul-molekul seperti halnya manusia. Oleh karenanya, adakalanya kita akan merasa merinding dan berfikir ada makhluk ghaib disekitar kita. Mereka itu merupakan sekumpulan spin electron, yaitu molekul-molekul yang sangat kecil bermuatan negatif, karena berbentuk spin mereka selalu berputar dan menghasilkan energi. Dengan demikian, ketika kita merasa merinding berarti energi yang ada di tubuh manusia dengan energi yang ada pada makhluk ghaib memiliki frekuensi yang sama. Jika dicintai oleh makhluk ghaib, bisa jadi frekuensi kita ditangkap oleh mereka, sebagaimana istilah santet juga bisa kita “real-kan”. Bagaimana paku, batu, dan benda lainnya bisa masuk ke dalam tubuh seseorang? Karena benda-benda itu ketika dilajukan dengan kecepatan cahaya /detik pasti tidak akan memberikan efek ketika masuk ke dalam tubuh.

____
*Disarikan dari hasil diskusi pada Kajian Integratif Majelis Alfatihah
**Dosen Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *